Untuk Seseorang Yang Sekarang Masih Mengabaikan Perjuangan Dan Perhatianku, Jika Nanti Aku Sudah Lelah dan Pergi, Maka Kamu Harus “Mengerti” -->

Advertisement

Untuk Seseorang Yang Sekarang Masih Mengabaikan Perjuangan Dan Perhatianku, Jika Nanti Aku Sudah Lelah dan Pergi, Maka Kamu Harus “Mengerti”

Bukan Siapa-siapa
30 Januari 2020


“Sayangnya aku juga hanya manusia biasa yang bisa lelah dan putus asa, apalagi saat semuanya kamu abaikan”

Sekarang aku masih belajar untuk mengalah, belajar tidak menjadi egois, belajar untuk bersabar dan mendinginkan hati yang sering marah dan cemburu. Karena hati ini masih mampu bertahan, perasaan itu masih begitu kuat dan harapan masih terlihat nyata. Aku akan berusaha mengerti, saat kamu tak punya banyak waktu untukku, mengerti bahwa mungkin masih ada seseorang di hatimu, tetap tersenyum dengan harapan bisa membahagiakanmu, dan berpura pura bahagia meski hati bingung dan terluka. Namun jika nanti sudah waktunya semua pembelajaran dan pengertian itu sampai batas, saat rasa lelah dan putus asa menghampiri, dan pilihan meninggalkanmu muncul. Maka kamulah yang harus mengerti bahwa ternyata diabaikan itu sakit, disia siakan itu membunuh secara perlahan dan aku tetap manusia biasa yang ingin bahagia bersamamu ataupun tidak.

Kamu Harus Mengerti Bahwa Aku Mengalah Dari Egois, Berusaha Bersabar dari Rasa Amarah Dan Cemburu, Karena Aku Merasa Hubungan Itu Masih Penting, Tapi Akan Ada Saatnya Itu Tak Lagi Berarti.


Kamu memintaku untuk selalu mengalah tanpa mau peduli benar salahnya aku, aku mencoba untuk mengerti. Kamu memintaku untuk mengerti bahwa kamu ingin bebas dengan siapa saja, ingin melakukan hal apapun yang kamu suka, tanpa peduli perasaanku, aku berusaha menuruti. Hingga saat kamu mengatakan bahwa ternyata kamu masih belum bisa melupakan seseorang yang ada dihatimu, aku masih berusaha memahami dan menahan rasa cemburuku. Kamu masih membandingkanku dengan orang lain, melihat orang lain lebih baik diriku, aku berusaha tetap tersenyum dan membuktikan diri.

Kamu tahu kenapa?
Itu karena saat ini, kamu adalah yang terpenting, membuatmu bahagia dan bangga adalah hidupku dan menjaga hatimu agar tak terluka adalah tujuanku. Namun seiring waktu, saat aku tersadar bahwa aku sendirian, saat rasa sepi itu menggerogoti hati, dan tangis itu bahkan sudah tak mau keluar lagi, maka mungkin kamu sudah tak lagi berarti seperti yang sudah sudah.

Kamu Harus Mengerti Bahwa Cinta Yang Disia-Siakan Akan Menumpuk Menjadi Luka, Dan Diamku Tak Berarti Lupa

Mungkin sekarang mengabaikanku masih kamu anggap tak berarti, mungkin kamu berpikir aku akan tetap baik baik saja dan tetap memperjuangkan dan mencintaimu seperti biasanya. Meskipun kamu melakukan salah, aku diam. Meskipun kamu sengaja membuatku terluka, aku tetap diam. Namun, kamu hanya tidak menyadari bahwa semua itu menumpuk dalam hatiku, Diamku hanyalah sedang mempertimbangkan masih pantaskah kamu untuk aku perjuangkan.

Kamu Harus Mengerti Bahwa Sesabar Dan Sebesar Apapun Cinta Itu, Jika Terus Disia Siakan Maka Akan Lelah Juga

Yah, aku memang yang mencintaimu, rasa cintaku bahkan jauh lebih besar untukmu. Aku siap berkorban apa saja dan memberikan semua yang aku bisa berikan. Tapi, kamu harus mengerti sesabar apapun manusia, dia tetap manusia yang punya rasa lelah, sebesar apapun cinta itu, dia tetap manusia yang juga ingin dicintaI, bukan melulu memberikan cinta tanpa balasan. Sehingga kamupun harus mengerti bahwa aku pun bisa pergi dan lelah saat selalu kamu sia siakan.

Sehingga Kamu Juga Harus Mengerti Saat Aku Mulai Mengalah Dan Pergi, Mencari Kebahagiaanku Sendiri Meskipun Itu Ternyata Tak Lagi Bersamamu

Awalnya kupikir aku tidak akan mampu hidup tanpa dirimu, aku tidak bisa untuk berjuang jika bukan bersamamu. Tapi toh, untuk apa aku pertahankan, jika nyatanya bersamamupun ternyata, aku tetap merasa sendirian dan berjuang sendiri. Gantian, kamu harus mau mengerti, bahwa aku juga butuh bahagia, butuk mencari seseorang yang mau menghargai perjuanganku, dan mau berjuang bersamaku. Jadi kamu harus mengerti, saat aku berusaha egois untuk kebahagianku, saat selama ini aku selalu mengalah atas keegoisanmu.